Mengatasi Anak yang Lelet

Lambat, lelet, time used poorly adalah sederet istilah untuk menunjukkan ketidakmampuan si kecil menyelesaikan aktivitasnya tepat waktu seperti anak lainnya. Bagaimana mengatasinya?

Cari tahu penyebabnya
Cari tahu penyebab mengapa anak selalu menjadi yang terakhir. Usahakan untuk menemukan sumber permasalahan secara tepat. Kalau terlalu sulit untuk mencarinya secdiri, bisa juga melibatkan ahli, dalam hal ini psikolog anak.

Ajarkan cara menggunakan waktu secara efektif
Orangtua bisa menyontohkan dan mengajarkan pada anak bagaimana menggunakan waktu secara efektif. Meski di usia ini anak belum mengerti konsep waktu seperti yang sudah disinggung di atas, tapi orangtua bisa menanamkan kebiasaan mengikuti rutinitas dengan batas waktu. Misalnya jadwal aktivitas sehari-hari, kapan waktu makan, mandi, bermain dan sebagainya. Sesekali biarkan anak merasakan akibatnya kalau ada satu aktivitas yang molor dari waktu seharusnya. Misalnya karena makannya lelet, maka waktu nonton tevenya jadi berkurang. Kebiasan seperti ini akan berdampak positif.

Bangkitkan rasa peduli pada orang lain
Bangkitkan sensitifitasnya kalau ada orang-orang yang dirugikan dengan kebiasaan lelet- nya itu. Misalnya teman sekelasnya tidak bisa segera istirahat karena harus menungguinya selesai mewarnai gambarnya dan sebagainya.

Turunkan espektasi
Orangtua seringkali menaruh harapan terlalu tinggi. Misalnya menargetkan waktu yang sama antara dia dengan anaknya. Anak tentu membutuhkan waktu lebih lama dibanding orang dewasa dalam mengerjakan segala sesuatunya. Kalau orangtua merasa bisa menyelesaikan “pekerjaan” tersebut 5 menit, anak usia ini mungkin butuh waktu 15 menit lebih lama.

Buat menjadi masalah anak
Beberapa anak tertentu memang harus “dibenturkan” dengan masalah supaya sadar. Misalnya ia jadi ketinggalan piknik sekolah karena keleletannya, atau ia tidak kebagian susu karena tugas gambarnya yang tak kunjung usai. Biasanya konsekuensi seperti ini sangat “membekas” untuk balita usia prasekolah.

Gunakan permainan
Gunakan permainan yang membutuhkan ketepatan waktu, misalnya bermain peran sebagai pemadam kebakaran saat mengerjakan sesuatu. Katakan padanya kalau ia tidak segera menyelesaikan tugasnya, maka bangunan itu akan habis terlalap api. Atau balapan mobil untuk membantunya menghabiskan makan lebih cepat, dan sebagainya.

Tujuan yang realistis
Orangtua harus realistis, tidak perlu anak selalu menyelesaikan tugasnya lebih dulu dibandingkan yang lain. Tetapi pastikan bahwa ia menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tidak melewati waktu yang ditentukan.

Jangan memberi label
Jangan beri anak label “si lelet” atau sering mengatainya lelet , karena hal tersebut bisa dijadikan alasan/excuse untuk mengerjakan segala sesuatunya secara boros waktu. Dalam benaknya, selesai pertama atau terakhir, toh tetap saja dipanggil si lelet, jadi untuk apa harus memenuhi target yang Anda berikan. (AY)

Sumber : tabloid Nova
MORE ARTICLES
Si Kecil Pemalu
Jika si Kecil Ngemil
Mengatasi Kecemasan Si Kecil
Jalan-Jalan : Museum Tekstil
Dibutuhkan Ahli Matematika 10 Tahun ke Depan

0 Comments

Leave your comments by :

Sign up for daily tips and ideas that will enrich your child's education.


JOBS TODAY

Teacher, Assistant Teacher & Mandarin Teacher

Blossoms A Montessori Creative Kindergarten

Preschool Teacher & Assistant Teacher

Discovery Zone Preschool - Muara Karang

Preschool teacher

Play Dough Preschool

Math Teacher, Homeroom Teacher, Assistant Teacher

Harvest Christian School

Receptionist & Administration Staff

Kids World Educational Centre

TESTIMONIALS

Ilham Ramanda

"Personaly i know this person who develop sekolah123.com. he is hard worker and the one who you can trust to."

Atik Nur Hasanah Rahmawati

"Congratulation for creating this wonderful website,, I am sure that it will be very useful for us in teaching and learning field,,, Good wishes for the next development ,,May God bless us,,,"